Misa Pembukaan Bulan Maria dan Jumat Pertama di Paroki Jalan Malang

Artikel Paroki

Paroki Jalan Malang mengawali Bulan Maria dengan penuh sukacita melalui perayaan Misa Jumat Pertama yang dirangkai dengan devosi kepada Bunda Maria. Perayaan Ekaristi ini dipimpin oleh Romo Aldo dan diikuti oleh umat dengan penuh kekhusyukan.

Suasana doa semakin mendalam melalui perarakan Patung Bunda Maria yang diiringi doa Rosario. Patung Bunda Maria diangkat dan dibawa dengan penuh hormat oleh enam Frater OFM. Perarakan dimulai dari depan gereja sebagai peristiwa pertama, kemudian dilanjutkan dengan peristiwa kedua hingga keempat di area halaman GKP dan Wisma. 

Meskipun gerimis turun saat Peristiwa Rosario ketiga, seluruh umat dan petugas tetap setia dan penuh semangat mengikuti doa Rosario serta perarakan. Peristiwa kelima dilaksanakan di Goa Maria. 

Setelah Peristiwa Mulia kelima selesai didaraskan, umat menyalakan lilin dan melanjutkan dengan doa pribadi di Goa Maria.

Dalam Perayaan Ekaristi, tandu dan patung Bunda Maria diarak masuk ke dalam gereja pada awal Misa, bersama rombongan romo dan para petugas liturgi, menciptakan suasana yang khidmat dan penuh makna.

Terima kasih kepada seluruh umat yang telah hadir dan ambil bagian dalam doa Rosario serta prosesi perarakan patung Bunda Maria. Kegiatan ini menjadi wujud kebersamaan umat paroki bersama Wilayah Maria Ratu, OMK, Sie Keamanan, Sie Liturgi, Sie Komsos, dan Legio Maria.

Dalam homilinya, Romo Aldo mengajak umat untuk kembali menyadari pusat iman kristiani, yakni Yesus Kristus. Ia menegaskan bahwa keselamatan hanya diperoleh melalui Yesus, sebagaimana sabda Tuhan bahwa tidak seorang pun datang kepada Bapa tanpa melalui Dia. Pesan ini mengingatkan umat agar tidak mencari jalan lain, melainkan semakin memperdalam relasi dengan Kristus sebagai satu-satunya jalan keselamatan.

Lebih lanjut, Romo Aldo menjelaskan peran istimewa Bunda Maria dalam rencana keselamatan. Bunda Maria adalah satu-satunya ciptaan yang dipilih langsung oleh Allah untuk menjadi Ibu Yesus. Seluruh hidupnya dijalani dalam ketaatan dan kesetiaan “melalui Yesus”. Oleh karena itu, umat Katolik diajak untuk menghormati Bunda Maria setinggi-tingginya, tidak hanya melalui doa Rosario, tetapi juga dengan meneladani hidupnya yang selalu mengarah kepada Kristus.

Perayaan ini menjadi awal yang penuh rahmat dalam memasuki Bulan Maria, sekaligus mengajak umat untuk semakin menghidupi iman dengan menjadikan Yesus sebagai pusat kehidupan, bersama Bunda Maria sebagai teladan iman yang sejati.

 

Scroll