Penulis: Thomas Manggala
PONTIANAK- Keuskupan Agung Pontianak menjadi tuan rumah pagelaran akbar Perayaan Komunikasi Sosial Nasional (PKSN) XIII, 26 - 31 Mei 2026. Kegiatan tahunan kali ini dihadirkan sebagai upaya untuk menjaga kewarasan dari paparan teknologi yang punya dampak positif dan negatif bagi kehidupan manusia.
Kegiatan berskala nasional tersebut menjadi puncak peringatan Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-60 yang melibatkan para pegiat komunikasi, pewarta, serta insan Gereja Katolik dari berbagai keuskupan di seluruh Indonesia.
Kegiatan ini secara resmi dibuka dengan seremoni tradisi “pancung buluh muda”
serta misa kudus pembukaan di Katedral Santo Petrus, Pontianak oleh Ketua Komisi Komsos KWI, Mgr Agustinus Tri Budi Utomo atau Mgr Didik yang didampingi Uskup Agung Emeritus Keuskupan Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus, RD Petrus Noegroho Agoeng Sektetaris Komisi Komsos KWI, dan para ketua dan penggiat Komsos dari berbagai Keuskupan,
PKSN 2026 ini bertemakan Menjaga Suara dan Wajah Manusia, mengacu pesan gembala Paus Leo XIV. Bapa Sri Paus menegaskan pentingnya mempertahankan martabat, empati, dan kehadiran personal manusia di tengah kepungan arus teknologi digital dan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI).
Ketua Komisi Sosial (Komsos) Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Mgr Agustinus Tri Budi Utomo, mengatakan, saat ini masyarakat hidup di tengah pesatnya kecerdasan buatan. Teknologi kini seolah mampu memanipulasi wajah manusia.
“Kita harus ingat bahwa AI adalah alat bantu. Sekali lagi, alat bantu bagi manusia,” kata Mgr Didik yang juga Uskup Surabaya.
Selama enam hari ke depan, Keuskupan Agung Pontianak telah menyiapkan empat pilar rangkaian kegiatan utama, yakni Aksi Kreativitas, sebagai wadah ekspresi bagi para kreator melalui berbagai perlombaan dan unjuk bakat komunikasi yang humanis.
Kedua, edukasi dalam bentuk seminar dan diskusi interaktif mengenai pemanfaatan teknologi digital dan AI secara bijak dalam pewartaan iman.
Ketiga, aktivitas literasi sebagai gerakan membaca, menulis, dan menyaring informasi demi membangun ruang siber yang sehat serta bebas dari hoaks.
Ditutup dengan Kunjungan Solidaritas Kemanusiaan, sebagai aksi nyata turun ke lapangan untuk menjumpai sesama yang membutuhkan, sebagai wujud konkret komunikasi yang menghadirkan perjumpaan tulus.
Di setiap akhir kegiatan harian, seluruh peserta juga akan mengikuti sesi refleksi bersama untuk merenungkan pesan-pesan Paus agar dapat diterapkan dalam kehidupan nyata di tengah perkembangan era digital.
Sekitar 200 peserta dari berbagai Keuskupan Agung dan Keuskupan Sufragan di Indonesia dijadwalkan hadir dalam kegiatan nasional tersebut selama sepekan penuh di Pontianak.
Uskup Agung Emeritus Keuskupan Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus menekankan bahwa dalam pesan Paus Leo XIV melestarikan suara dan wajah dengan teknologi canggih kita menggunakan hal itu dengan bijak.
Dia mencontohkan bahwa saat ini menjadi tantangan karena teknologi digital ai sangat membantu dalam beberapa hal meski itu hanya produk manusia dan kadang produk manusia lebih hebat dari manusia itu sendiri akhirnya pelaku komunikasi ya manusia itu sendiri.
“Terima kasih tema acara ini sangat penting dengan isu saat ini karena berbicara produk komunikasi ini bisa sangat membantu tapi bisa juga sangat merusak semoga pelaku komunikasi bisa belajar dan membagikan ke Keuskupan atau daerah dan paroki masing- masing,”ungkapya.
Dia pun berharap peristiwa ini menjadi kesempatan bagi Umat Katolik untuk menjaga suara dan wajah manusia.
“Dengan demikian, kehidupan dalam kebersamaan pada masa-masa mendatang sungguh lebih membahagiakan dan mensejahterakan kita semua, dalam berkat Tuhan mari kita berupaya agar PKSN kita melaksanakan dengan baik seturut kehendak-Nya,” katanya. PKSN Pontianak 2026: Menjaga Suara dan Wajah Manusia Resmi Dibuka, Upaya Untuk Menjaga Kewarasan Dari Paparan Teknologi Digital